(+0.75)![]()
Analisis pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Manchester City
Tottenham membuat kejutan di Liga Champions setelah menaklukkan Eintracht Frankfurt 2-0 di kandang lawan pada laga terakhir fase liga musim 2025/26. Kemenangan tersebut memastikan Spurs finis di empat besar dan lolos langsung ke babak gugur tanpa harus melalui play-off. Namun, performa impresif di Eropa sangat bertolak belakang dengan penampilan mengecewakan mereka di Premier League. Sejak awal tahun, wakil London Utara ini telah menjalani lima laga liga beruntun tanpa kemenangan.
Pada pertandingan terakhir, Tottenham sempat unggul lebih dulu tetapi harus mengandalkan gol telat Cristian Romero untuk bermain imbang 2-2 melawan Burnley, tim yang berada di posisi kedua dari bawah klasemen. Meski terhindar dari kekalahan ketiga berturut-turut, Spurs kini hanya menempati peringkat ke-14, posisi yang jelas tidak sepadan dengan status klub “big six”.
Menjamu Manchester City justru menjadi beban bagi Tottenham, terutama karena rekor kandang pelatih Thomas Frank yang buruk. Dari 22 laga kandang terakhir di Premier League yang ditangani Frank, timnya hanya meraih 4 kemenangan.
Jika ditelaah lebih jauh, catatan kandangnya nyaris tidak berubah sejak akhir masa jabatannya di Brentford hingga awal kepemimpinannya di Tottenham. Dalam total 22 pertandingan kandang, ia hanya mencatatkan 2 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Rata-rata 0,82 poin per laga kandang membuat Frank menjadi pelatih Tottenham dengan rekor kandang terburuk dalam sejarah Premier League.
Dengan fakta-fakta tersebut, sulit untuk percaya Tottenham mampu menahan laju Manchester City yang tengah bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar juara. Meski Pep Guardiola telah delapan kali kalah dari Spurs di Premier League, kualitas skuad City yang lebih unggul diyakini cukup untuk memperpanjang catatan buruk Tottenham di kandang sendiri.
