(0)![]()
Analisis pertandingan antara Manchester United dan Fulham
Ruben Amorim mungkin terkejut melihat penerusnya di Manchester United, Michael Carrick, mencatatkan kemenangan-kemenangan impresif secara beruntun. Dalam dua laga terakhir Premier League, Carrick membawa Setan Merah menaklukkan Manchester City dan Arsenal dengan penampilan yang meyakinkan.
Hasil tersebut mengantarkan Carrick ke dalam sejarah sebagai pelatih pertama sejak Februari 2010 yang mampu membawa United menang beruntun atas dua tim yang memulai hari pertandingan di puncak klasemen Premier League. Rentetan performa ini memberi MU keunggulan besar dalam perburuan empat besar. Menjelang pekan ke-24, United unggul satu poin atas Chelsea dan dua poin dari Liverpool, serta mencatat enam laga tanpa kekalahan di liga.
Investasi besar di lini serang pada bursa transfer musim panas mulai membuahkan hasil, dengan MU selalu mencetak gol dalam 11 laga Premier League terakhir dan hanya kebobolan satu gol dalam tiga laga kandang terakhir di Old Trafford.
Meski demikian, Carrick menghadapi tantangan berat berikutnya karena Fulham asuhan Marco Silva juga mengincar tiket kompetisi Eropa. Sejak pertengahan Desember, The Cottagers hanya kalah sekali dari delapan laga terakhir di semua kompetisi, dengan lima kemenangan.
Pada laga terakhir, Harry Wilson menjadi pahlawan Fulham lewat gol tendangan bebas di menit akhir yang memastikan kemenangan comeback 2-1 atas Brighton di Craven Cottage. Fulham kini berada di peringkat ketujuh, hanya tertinggal empat poin dari zona empat besar.
Menariknya, Fulham sempat menahan imbang MU 1-1 pada pertemuan pertama musim ini. Kemenangan terakhir mereka di Old Trafford terjadi pada Februari 2024, yang juga menjadi satu-satunya kemenangan Fulham dalam 20 lawatan terakhir ke “Theatre of Dreams”.
