(0)![]()
Analisis pertandingan antara Juventus dan Roma
Setelah kekalahan mengejutkan dari Cagliari pada 7 Desember, Roma mulai menemukan kembali kepercayaan diri lewat kemenangan 3-0 atas Celtic di Liga Europa dan kemenangan tipis 1-0 melawan Como. Meski demikian, tim asuhan Gian Piero Gasperini masih menampilkan gaya bermain yang cukup pragmatis karena kedalaman skuad yang terbatas. Selain itu, “Serigala” kerap kesulitan saat menghadapi tim besar, terbukti dari kekalahan mereka atas Milan, Inter, dan Napoli musim ini.
Sulit mengharapkan Roma tampil seatraktif Atalanta di masa lalu bersama Gasperini. Keterbatasan finansial membuat mereka kesulitan mendatangkan pemain berkualitas, sementara bintang utama Paulo Dybala mengalami penurunan performa dan sering memulai laga dari bangku cadangan. Dengan kontraknya yang segera berakhir dan belum ada tanda perpanjangan, Dybala berpotensi hengkang di akhir musim.
Di sisi lain, Juventus perlahan menemukan kestabilan di bawah arahan pelatih baru Luciano Spalletti, sosok yang memiliki hubungan erat dengan Roma di masa lalu. Meski tidak tampil spektakuler dan kehilangan Dusan Vlahovic akibat cedera jangka panjang, Juve menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Selain memperbaiki posisi mereka di fase grup Liga Champions, Bianconeri juga memangkas jarak dengan empat besar menjadi hanya tiga poin.
Kemenangan tambahan akan membawa Juventus semakin dekat ke posisi Top 4. Dengan performa saat ini, semangat juang yang tinggi, serta rekor kandang yang lebih unggul atas Roma, target tersebut sangat mungkin dicapai oleh pasukan Spalletti.
