(0)![]()
Analisis pertandingan antara Manchester United dan Tottenham Hotspur
Rangkaian tiga pertandingan terakhir memberikan banyak sinyal positif bagi Manchester United. Bukan hanya meraih kemenangan di semua laga, Setan Merah juga meninggalkan kesan kuat lewat cara bermain mereka. Sudah lama publik tidak melihat MU mengendalikan pertandingan dengan benar: kombinasi satu sentuhan yang rapi serta kemampuan keluar dari pressing terlihat jelas saat menghadapi Manchester City dan Arsenal. Perlu ditegaskan, kedua tim tersebut adalah yang bermain terbaik di Premier League musim ini, dan performa MU di bawah asuhan Carrick jelas melampaui ekspektasi awal. Setelah lama kehilangan citra sebagai tim besar, tiga laga terakhir menunjukkan MU mulai menemukan kembali jati dirinya sebagai klub paling sukses dalam sejarah liga.
Performa ini mengingatkan banyak fans pada periode awal bersama Solskjaer. Saat itu, sebelum diangkat secara permanen, MU tampil efektif dan penuh energi, dengan puncaknya adalah comeback menyingkirkan PSG di Liga Champions 2018/19. Tim Solskjaer dikenal dengan permainan pragmatis dan transisi cepat. Sementara MU versi Carrick saat ini bermain lebih terbuka, lebih dominan dalam penguasaan bola, dan lebih proaktif. Meski masih terlalu dini untuk menyatakan MU telah sepenuhnya kembali, setidaknya sinyal awalnya sangat menjanjikan.
Skema 4-2-3-1 yang diterapkan Carrick membantu banyak pemain MU tampil maksimal. Casemiro menjadi sosok kunci di lini tengah dengan kontribusi menyeluruh, baik dalam mencetak gol, memberi assist, maupun bertahan. Mainoo terus tampil impresif dan membuktikan bahwa ia pantas mendapat lebih banyak kesempatan. Di lini depan, Bruno Fernandes, Cunha, dan Mbeumo tampil menonjol, sementara kembalinya Lisandro Martinez membuat lini belakang MU jauh lebih solid. Dengan fondasi seperti ini, Setan Merah menyambut laga melawan Tottenham dengan kepercayaan diri tinggi.
Sebaliknya, Tottenham baru saja bermain imbang 2-2 melawan Manchester City, namun hasil tersebut lebih disebabkan oleh kesalahan City ketimbang keunggulan Spurs. Faktanya, Tottenham tengah menghadapi banyak masalah, terutama krisis cedera. Pelatih Thomas Frank dipusingkan oleh banyaknya pemain inti yang absen, bahkan kapten Sergio Romero mengakui Spurs hanya memiliki 11 pemain yang benar-benar fit di laga sebelumnya. Romero sendiri pun belum tentu bisa tampil penuh setelah hanya bermain 45 menit.
Tak mengherankan jika performa Tottenham menurun drastis. Sejak awal 2026, Spurs belum meraih satu pun kemenangan dalam tujuh pertandingan domestik, dengan tiga kekalahan. Dengan kondisi saat ini, kemungkinan Tottenham pulang tanpa poin dari Old Trafford saat menghadapi MU yang sedang on fire sangat terbuka.
