(0)![]()
Analisis pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid
Barcelona hampir tidak menguras banyak tenaga dalam kemenangan atas Bilbao pada laga semifinal yang berlangsung Rabu lalu. Wakil Catalunya tersebut sudah memastikan kemenangan sejak babak pertama dengan keunggulan empat gol, sehingga memiliki waktu pemulihan yang sangat berharga jelang laga besar akhir pekan — faktor yang bisa menjadi penentu pada Minggu malam.
Pada pertandingan itu, pasukan asuhan Hansi Flick tampil sangat meyakinkan. Raphinha mencuri perhatian dengan dua gol, sementara Fermin Lopez, Ferran Torres, dan talenta muda Roony Bardghji juga turut mencatatkan nama di papan skor. Dengan kepercayaan diri tinggi, Barca melangkah ke partai final dengan misi mempertahankan gelar Piala Super Spanyol dan meraih trofi ke-16 dalam sejarah klub.
Musim lalu, Blaugrana pernah menghancurkan Real Madrid dengan skor 5-2 untuk menjadi juara. Saat ini, sang juara bertahan La Liga sedang berada dalam tren luar biasa dengan sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Sejak kekalahan 1-2 dari Real Madrid di La Liga pada akhir Oktober 2025, tim asuhan Flick belum pernah kalah di kompetisi domestik. Laga mendatang juga akan menjadi pertemuan ke-263 antara dua raksasa sepak bola Spanyol tersebut.
Sebaliknya, Real Madrid harus melalui semifinal yang jauh lebih berat saat menghadapi Atletico Madrid pada Kamis malam. Tim asuhan Xabi Alonso menang 2-1, namun gaya bermain yang terlalu bertahan membuat banyak pendukung kurang puas. Selain itu, Los Blancos juga menghadapi masalah kebugaran karena Rudiger, Rodrygo, dan Asencio mengalami kendala fisik usai pertandingan.
Meski Piala Super Spanyol bukan prioritas utama bagi Barcelona maupun Real Madrid — mengingat La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey lebih diutamakan — setiap El Clasico selalu memiliki arti khusus. Terlepas dari keraguan terhadap performa terkini, Real Madrid tetap menjadi tantangan besar bagi Barcelona.
