(0)![]()
Analisis pertandingan antara Inter dan Milan
Setelah hampir 12 tahun, Max Allegri kembali merasakan atmosfer khas derby Milan. Saat Allegri menjalani periode pertama bersama Milan, Cristian Chivu masih menjadi bek kiri Inter. Walaupun Chivu menunjukkan kemajuan sebagai pelatih, pengalamannya masih jauh di bawah Allegri, yang sudah dua kali mencapai final Liga Champions.
Empat hasil imbang dalam enam laga terakhir membuat Milan tertinggal dalam perburuan Scudetto dan memberi kesempatan kepada Inter untuk naik ke puncak. Namun musim ini, Modric dan rekan-rekannya tampil luar biasa di laga-laga besar: menahan imbang Juventus di Turin, mengalahkan Roma peringkat dua, dan menundukkan Napoli di kandang. Kehadiran Modric memperkuat lini tengah dan membantu pemain muda berkembang lebih cepat. Selain itu, saat masih di Real Madrid, Modric sering menghadapi Inter di Liga Champions — dan tidak pernah kalah.
Inter menyambut kembalinya Marcos Thuram, yang akan memberi tekanan berat pada pertahanan Milan menghadapi duet Thuram–Lautaro. Namun sejak musim lalu, Inter justru kesulitan menang dalam derby, meski memiliki kualitas skuad lebih baik. Sementara Inter mencapai final UCL dan hampir merebut Scudetto, Milan bahkan gagal lolos ke kompetisi Eropa — tetapi tetap tampil kuat di derby. Dengan kepercayaan diri saat ini, Rossoneri tidak punya alasan untuk takut.
Inter harus bekerja keras untuk kembali ke puncak klasemen, dan kini tim asuhan Chivu harus mempertahankannya — sesuatu yang tidak mudah, karena menghadapi Allegri tidak pernah sederhana.
