(0)![]()
Analisis pertandingan antara Como dan Lecce
Performa impresif Como belakangan ini membuat banyak orang hampir lupa bahwa mereka masih memiliki nama besar seperti Alvaro Morata dalam skuad. Striker veteran asal Spanyol itu didatangkan dengan status pinjaman sejak awal musim, namun justru tampil mengecewakan. Ketika musim tinggal kurang dari tiga bulan lagi, ia belum juga mencetak satu gol pun untuk klub barunya.
Pada dasarnya, Morata memang bukan tipe penyerang yang hanya hidup dari gol, melainkan lebih banyak berkontribusi dalam permainan tim. Meski demikian, sejak bergabung dengan Como, ia belum mampu menemukan kembali performa maupun pengaruhnya seperti sebelumnya. Setelah kartu merah dalam kekalahan dari Fiorentina pada pertengahan Februari, Morata bahkan mendapat kritik terbuka dari pelatih Cesc Fabregas. Kontribusinya dalam perjalanan mengesankan Como musim ini terbilang minim, dan peluangnya bertahan di klub Lombardy musim depan tampak semakin kecil.
Yang menarik, meski bintang terbesar mereka belum memberikan dampak signifikan, Como tetap mempertahankan hasil positif. Hal ini menunjukkan kuatnya kekompakan dan semangat kolektif tim, yang sebagian besar dihuni pemain-pemain kurang ternama dan minim pengalaman.
Dalam catatan pertemuan, Como unggul jelas dengan selalu menang atas Lecce dalam tiga laga terakhir, masing-masing dengan skor 2-0 atau 3-0. Namun, pertandingan kandang melawan Lecce mendatang tidak akan mudah. Tim tamu kemungkinan besar akan menerapkan strategi bertahan total demi meraih poin. Setelah disalip Cremonese dan Fiorentina, Lecce kini berada di posisi ke-18, yaitu zona degradasi. Tekanan tersebut akan memaksa pasukan Eusebio Di Francesco untuk bertarung dengan determinasi tinggi.
