(0)![]()
Analisis pertandingan antara Liverpool dan PSV Eindhoven
Liverpool baru saja menderita dua kekalahan beruntun 0-3 dari Manchester City dan Nottingham Forest, membuat pelatih Arne Slot berada di bawah tekanan besar. Jika bukan karena Slot membawa Liverpool juara Premier League musim lalu, kemungkinan besar manajemen klub sudah mempertimbangkan pemecatannya.
Meski masih memimpin “The Reds”, reputasi Slot jelas menurun karena Liverpool gagal meraih poin di 8 dari 9 laga Premier League terakhir. Bahkan setelah menghabiskan banyak uang untuk merekrut pemain baru seperti Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, Milos Kerkez, Hugo Ekitike, dan Alexander Isak, tim ini masih kesulitan di paruh bawah klasemen.
Masalah utama adalah para pemain baru kesulitan beradaptasi, ditambah kepergian Luis Diaz ke Bayern dan penurunan performa Mohamed Salah. Namun, Liverpool menunjukkan performa yang jauh lebih positif di Liga Champions, memenangkan 3 dari 4 pertandingan awal melawan Atletico Madrid (3-2), Eintracht Frankfurt (5-1), dan Real Madrid (1-0).
Dengan performa kuat di Eropa, Liverpool memiliki alasan untuk percaya diri saat menjamu PSV, meski tim Belanda itu dalam performa bagus (7 kemenangan dari 9 laga terakhir). Selain itu, sejarah juga mendukung The Reds: Liverpool tak terkalahkan dalam 9 laga kandang melawan tim Belanda dan selalu menang di Anfield pada fase grup kompetisi Eropa sejak 2007. Ini menunjukkan Anfield adalah benteng yang kuat, sehingga perjalanan PSV tidak akan mudah.
