()![]()
Analisis pertandingan antara Aston Villa dan Brighton & Hove Albion
Sejak kekalahan telak 1-4 dari Arsenal pada 31 Desember 2025, Aston Villa menunjukkan tanda-tanda penurunan performa yang cukup rõ rệt di Premier League musim 2025/26. Dalam 6 pertandingan terakhir, pasukan asuhan Unai Emery hanya meraih 2 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 2 kekalahan — sebuah catatan yang belum mencerminkan posisi mereka di kelompok teratas klasemen.
Rangkaian hasil yang tidak konsisten ini membuat jarak Aston Villa dengan Manchester United semakin menyempit, ketika tim asal Midlands tersebut kini hanya unggul satu kemenangan atas Setan Merah. Jika kembali terpeleset saat menghadapi Brighton pada pekan ke-26, Aston Villa berisiko kehilangan posisi ketiga, terutama jika MU berhasil meraih tiga poin penuh saat melawan Fulham di pekan yang sama.
Meski demikian, menjelang laga menjamu Brighton, Aston Villa masih memiliki banyak keuntungan để hướng tới kemenangan. Statistik menunjukkan bahwa mereka telah mengalahkan Brighton dalam 7 dari 9 pertemuan terakhir di Premier League, dengan 1 hasil imbang dan 1 kekalahan. Yang patut dicatat, Aston Villa berpeluang mencatatkan sapu bersih kemenangan atas Brighton untuk musim ketiga berturut-turut, setelah musim 2022/23 dan 2023/24.
Dalam catatan pertemuan di kandang Aston Villa, Brighton tampil kurang meyakinkan ketika hanya meraih 1 kemenangan dalam 6 laga tandang Premier League (1 imbang, 4 kalah), serta kebobolan setidaknya dua gol dalam lima laga tanpa kemenangan tersebut. Selain itu, “The Seagulls” juga tampil buruk dalam pertandingan yang dimainkan pada hari Rabu (waktu Inggris), dengan hanya meraih 3 kemenangan dari 26 laga Premier League pada hari tersebut — persentase kemenangan terendah di liga (11,5%).
Performa tandang Brighton belakangan ini juga tidak memberikan banyak harapan. Sejak kemenangan 2-0 atas Nottingham di bawah asuhan Sean Dyche, Brighton gagal meraih kemenangan dalam 5 laga tandang berturut-turut di Premier League, dengan 3 hasil imbang dan 2 kekalahan. Menariknya, itu juga menjadi satu-satunya kemenangan mereka dalam 7 laga tandang terakhir melawan pelatih yang saat ini masih menangani tim di liga, sementara 6 laga lainnya berlangsung melawan pelatih seperti Kieran McKenna, Ruben Amorim, Ivan Juric, Vitor Pereira, Ange Postecoglou, dan Enzo Maresca — yang semuanya kemudian dipecat.
