(0)![]()
Analisis pertandingan antara Napoli dan Fiorentina
Napoli tampil dengan semangat tinggi saat menjamu Chelsea pada pertengahan pekan lalu, namun upaya Scott McTominay dan rekan-rekannya tetap tidak cukup untuk menghindari kekalahan 2-3, yang sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions. Hasil tersebut tentu mengecewakan, meski tidak terlalu mengejutkan jika melihat rekam jejak kurang meyakinkan Antonio Conte di kompetisi Eropa selama lebih dari satu dekade terakhir.
Dari sudut pandang lain, tersingkir lebih awal dari Liga Champions justru bisa menjadi keuntungan bagi Napoli, karena mereka tidak lagi harus membagi fokus di ajang yang bukan kekuatan utama di bawah asuhan Conte. Fokus utama Napoli berada di Serie A, di mana mereka tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Inter dan harus berjuang keras dalam perebutan posisi empat besar. Saat ini, Napoli hanya unggul satu poin dari Juventus yang berada di peringkat kelima.
Masalah Napoli tidak hanya terletak di lini depan. Absennya Kevin De Bruyne dalam jangka panjang, serta Romelu Lukaku yang baru pulih dari cedera dan belum mencapai kondisi terbaik, membuat daya gedor mereka menurun drastis. Lebih mengkhawatirkan lagi, lini belakang yang sebelumnya solid kini tampak rapuh setelah kebobolan tujuh gol dalam tiga laga terakhir. Kiper V. Milinkovic-Savic mengalami cedera, sementara Meret yang menggantikannya belum menunjukkan performa terbaik.
Sementara itu, Fiorentina mulai bangkit di bawah arahan pelatih Paolo Vanoli. Meski jalan menuju target bertahan di Serie A masih panjang, hal terpenting adalah kepercayaan diri dan semangat tim telah kembali kepada David de Gea dan rekan-rekannya.
Napoli selalu menang dalam tiga pertemuan terakhir melawan Fiorentina, namun sejak akhir 2017, mereka tidak pernah mengalahkan La Viola dua kali berturut-turut di kandang sendiri. Dalam kondisi saat ini, Fiorentina cukup mampu setidaknya meraih hasil imbang melawan sang juara bertahan.
