(0)![]()
Analisis pertandingan antara Arsenal dan Sunderland
Arsenal kembali ke jalur kemenangan di Premier League setelah membantai Leeds 4-0 pada pekan ke-24, sekaligus mengakhiri rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan. Tidak hanya itu, The Gunners juga sedang berada dalam performa terbaik di semua kompetisi dengan torehan tiga kemenangan beruntun, yang mengantarkan mereka ke final League Cup 2026 — menghadapi Manchester City — memastikan tiket langsung ke babak 16 besar Liga Champions 2025/26, serta tetap memimpin klasemen Premier League musim ini.
Dengan performa dan posisi saat ini, pasukan Mikel Arteta sangat diunggulkan untuk melanjutkan tren positif saat menjamu Sunderland di kandang pada akhir pekan ini. Sejarah pertemuan jelas berpihak kepada Arsenal, karena “Black Cats” hanya mampu meraih satu kemenangan dari 28 pertemuan terakhir di Premier League (10 imbang, 17 kalah), yakni kemenangan tipis 1-0 pada November 2009.
Catatan tandang Sunderland melawan Arsenal bahkan lebih buruk. Klub asal Inggris Timur Laut tersebut belum pernah menang dalam 16 laga tandang Premier League di Emirates Stadium (lima imbang, 11 kalah). Performa tandang mereka belakangan ini juga sangat mengkhawatirkan, tanpa satu pun kemenangan dalam tujuh laga tandang terakhir (tiga imbang, empat kalah) sejak mengalahkan Chelsea 2-1 pada Oktober 2025.
Selain itu, Arsenal tak terkalahkan dalam 43 laga kandang beruntun melawan tim promosi (38 menang, lima imbang), yang merupakan rekor terpanjang dalam sejarah Premier League, menyamai catatan Chelsea pada periode 2001–2015. Menariknya, belum pernah ada tim promosi yang mampu mengalahkan Arsenal dan Chelsea di kandang lawan dalam satu musim Premier League, meskipun Sunderland sempat mengejutkan dengan kemenangan 2-1 di Stamford Bridge pada 25 Oktober.
Menghadapi Arsenal yang sedang berada di puncak performa dan berambisi mewujudkan mimpi juara Premier League setelah penantian lebih dari dua dekade, tampaknya Sunderland akan kesulitan untuk menciptakan kejutan.
