(0)![]()
Analisis pertandingan antara Arsenal dan Kairat Almaty
Dengan performa luar biasa di kancah Eropa musim ini, Arsenal tengah menjalani kampanye Liga Champions yang mengesankan setelah memecahkan sejumlah rekor klub. Pada fase liga musim 2025/26, The Gunners tampil sempurna dengan meraih 21 poin penuh dari tujuh pertandingan dan memastikan tiket langsung ke babak 16 besar satu laga lebih awal.
Pasukan Mikel Arteta juga memimpin kompetisi dalam hal produktivitas serangan dan kekokohan pertahanan, dengan mencetak 20 gol dan hanya kebobolan dua kali. Dalam situasi ini, Arsenal hanya membutuhkan hasil imbang di kandang melawan Kairat Almaty untuk mengakhiri fase liga sebagai juara grup.
Namun, hasil seri tersebut belum tentu cukup memuaskan para pendukung di Emirates, terutama setelah kekalahan mengejutkan 2-3 dari Manchester United di Premier League akhir pekan lalu. Kekalahan itu menjadi kekalahan kandang pertama Arsenal musim ini di semua ajang dan memicu reaksi negatif dari tribun penonton.
Laga yang akan berlangsung di London sejatinya hanya bersifat formalitas bagi kedua tim, mengingat posisi klasemen sudah ditentukan. Kairat Almaty, yang menjalani debut di Liga Champions, telah resmi tersingkir apa pun hasil laga terakhir.
Tim asal Kazakhstan tersebut baru mengoleksi satu poin di fase liga 2025/26, yang diraih dari hasil imbang tanpa gol melawan Pafos di kandang. Setelah itu, mereka berturut-turut kalah dari Inter, Olympiakos, Copenhagen, dan Club Brugge.
Meski sempat memberikan perlawanan dengan hanya kalah satu gol pada tiga laga awal, kekalahan telak 1-4 dari Club Brugge pada pertandingan terakhir menjadi pukulan berat bagi pasukan Rafael Urazbakhtin, yang kini hanya berjuang untuk menghindari posisi juru kunci.
