(+1.25)![]()
Analisis pertandingan antara Sunderland dan Manchester City
Sunderland nyaris tidak bisa mengharapkan kembalinya ke Premier League yang lebih baik, saat memasuki tahun 2026 dengan posisi kokoh dalam persaingan tiket Eropa. The Black Cats masih belum terkalahkan di kandang musim ini, meraih poin dalam sembilan laga di Wearside (lima menang, empat imbang), yang diperpanjang lewat hasil imbang 1-1 melawan Leeds akhir pekan lalu.
Ketangguhan lini pertahanan menjadi kunci kebangkitan Sunderland, dan sejarah juga memberi dorongan positif karena mereka tidak pernah kalah di laga pembuka tahun baru liga selama tujuh musim beruntun.
Namun secara realistis, Sunderland belum tampil meyakinkan saat menghadapi tim papan atas, dengan hanya dua kemenangan dari 11 laga melawan tim paruh atas klasemen sejauh ini.
Sementara itu, Manchester City datang dengan ambisi yang sangat berbeda. Pasukan Pep Guardiola tengah menjalani akselerasi khas pertengahan musim, mencatat enam kemenangan beruntun di kompetisi domestik untuk terus memberi tekanan pada Arsenal di puncak klasemen.
Kemenangan sulit 2-1 atas Nottingham Forest pada laga sebelumnya menjadi kemenangan tandang keempat beruntun City di Premier League, menegaskan momentum positif mereka. City juga dikenal dengan rekor awal tahun yang impresif, selalu memenangkan laga liga pembuka tahun selama 13 musim berturut-turut.
Meski demikian, dari 19 laga pembuka tahun baru di semua kompetisi dengan 18 kemenangan, satu-satunya kekalahan justru terjadi di stadion ini pada tahun 2012 — kenangan langka yang masih dipegang erat oleh para pendukung Sunderland.
