(0)![]()
Analisis pertandingan antara Real Madrid dan Benfica
Pada leg pertama babak play-off Liga Champions yang berlangsung pada 18 Februari, Real Madrid berhasil meraih keuntungan penting. Bermain di kandang Benfica di Portugal, wakil ibu kota Spanyol tersebut meraih kemenangan tipis 1-0 atas tim asuhan pelatih Jose Mourinho. Satu-satunya gol dalam pertandingan itu dicetak oleh Vinicius Jr, memberikan keunggulan besar bagi “Los Blancos”.
Menariknya, meskipun bermain tandang, Real Madrid tetap mengendalikan jalannya pertandingan dan menciptakan tekanan yang lebih dominan. Karena itu, saat kembali ke Bernabeu untuk leg kedua, mereka memiliki kepercayaan diri lebih besar untuk mengamankan tiket lolos. Perlu ditegaskan bahwa performa kandang Real Madrid sangat mengesankan: mereka selalu menang dalam enam laga kandang terakhir dan mencetak setidaknya dua gol di setiap pertandingan.
Berbanding terbalik dengan konsistensi lawannya, Benfica justru tampil kurang meyakinkan di ajang piala belakangan ini. Statistik menunjukkan bahwa tim asuhan Jose Mourinho telah kalah empat kali dari lima pertandingan terakhir di kompetisi piala, termasuk kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada leg pertama.
Tidak hanya itu, catatan tandang Benfica juga tidak terlalu meyakinkan. Dalam enam laga tandang terakhir, klub Portugal tersebut hanya meraih dua kemenangan. Catatan ini tentu akan memengaruhi rasa percaya diri mereka saat bertandang ke Bernabeu — stadion tempat Real Madrid selalu tampil penuh percaya diri.
Kesulitan Benfica semakin bertambah karena Jose Mourinho tidak bisa mendampingi tim dari bangku cadangan. Setelah diusir wasit pada leg pertama akibat memprotes keputusan, “The Special One” harus menjalani hukuman larangan mendampingi satu pertandingan. Ia tidak dapat kembali ke Bernabeu — stadion yang menyimpan banyak kenangan penting selama masa kepelatihannya di Real Madrid.
Tanpa kehadiran Mourinho, Benfica kemungkinan akan menghadapi masalah dalam hal organisasi dan mentalitas. Sudah tertinggal secara agregat dan harus bermain tandang, tantangan bagi mereka menjadi semakin berat. Jika tim asuhan Alvaro Arbeloa tampil sesuai performa terbaiknya, mereka sepenuhnya bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntaskan duel dan memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions 2025/26.
