(+0.5)![]()
Analisis pertandingan antara Genoa dan Napoli
Napoli tersingkir lebih awal dari Liga Champions sejak fase liga setelah gagal finis di Top 24. Hasil ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika melihat rekam jejak Antonio Conte di kompetisi Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Tentu saja, manajemen Napoli tidak bisa puas karena tersingkir lebih awal berarti kerugian finansial yang cukup besar. Namun, dari sudut pandang lain, situasi ini justru bisa menjadi berkah terselubung bagi klub asal Italia selatan tersebut.
Kenyataannya, kekuatan terbesar Conte terletak pada persaingan jangka panjang di liga domestik, bukan di kerasnya Liga Champions. Selama harus membagi fokus ke kompetisi Eropa, Napoli kehilangan momentum dalam perburuan gelar Serie A. Ditambah lagi dengan cedera jangka panjang yang menimpa Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne, Napoli kini tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Inter.
Jarak tersebut membuat Napoli berada dalam ancaman nyata untuk terlempar dari posisi empat besar, yang akan berdampak besar secara finansial jika gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Karena itu, bisa sepenuhnya fokus ke Serie A pada tahap ini dapat dianggap sebagai pilihan yang logis dan perlu.
Pada laga berikutnya, Napoli akan menghadapi Genoa, klub yang pernah memiliki hubungan persahabatan erat selama hampir 40 tahun sebelum pecah pada 2019. Sejak saat itu, setiap pertemuan berlangsung sengit. Laju positif Genoa di bawah asuhan Daniele De Rossi baru saja terhenti setelah kalah 2-3 dari Lazio, dan menghadapi Napoli yang dikenal piawai mengumpulkan poin di Serie A akan menjadi ujian berat untuk mengungkap kualitas sebenarnya mereka.
