(+1.0)![]()
Analisis pertandingan antara AS Monaco dan Paris Saint-Germain
Jelas bahwa Paris Saint-Germain F.C. berada pada titik paling rentan mereka musim ini. Kekalahan 1-3 di kandang Stade Rennais F.C. akhir pekan lalu bukan hanya kemunduran di lapangan, tetapi juga membuat tim asuhan Luis Enrique kehilangan puncak klasemen Ligue 1 2025/26 kepada RC Lens, yang menaklukkan Paris FC 5-0 di kandang lawan.
Hasil mengecewakan ini jelas menjadi persiapan buruk menghadapi bentrokan krusial melawan AS Monaco FC tengah minggu ini. Selain masalah taktik, internal PSG juga muncul keretakan. Bintang Ousmane Dembélé dilaporkan berselisih dengan Enrique mengenai strategi dan pemilihan pemain, bahkan secara terbuka mengkritik mental rekan setimnya, menuduh beberapa pemain kunci menjadi puas diri setelah meraih gelar.
Enrique, di sisi lain, menegaskan bahwa pernyataan peraih Ballon d'Or 2025 tidak mewakili posisi resmi klub dan “tidak banyak bernilai.” Dalam konteks ini, lawatan ke Stade Louis II menjadi lebih menantang, karena PSG hanya menang sekali, seri sekali, dan kalah tiga kali dari lima kunjungan terakhir menghadapi Monaco.
Sementara itu, Monaco memasuki pertandingan dengan penuh semangat. Mereka baru saja mengalahkan FC Nantes meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-65 setelah Aleksandr Golovin mendapat kartu kuning kedua. Kemenangan penuh karakter ini meningkatkan harapan klub Principality untuk menembus Top 5 Ligue 1 dan memberi dorongan moral sebelum bentrokan besar dengan PSG.
Kemenangan di Stade Louis II akan memberi Sebastien Pocognoli’s tim keuntungan besar sebelum leg kedua di Parc des Princes lebih dari seminggu kemudian. Sebaliknya, kekalahan lagi bisa menempatkan PSG dalam risiko serius, bahkan berpotensi tersingkir lebih awal dari kompetisi paling bergengsi di Eropa musim ini.
