Bagaimana Piala Dunia Memengaruhi Perebutan Ballon d'Or?

7/21/2026

Ajang Piala Dunia telah secara signifikan mengubah peta persaingan Ballon d'Or, dengan menyoroti performa luar biasa dari para kandidat seperti Messi, Kane, Mbappé, serta munculnya pesaing kuat baru yaitu Yamal dan Rodri.

Penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola sering kali ditentukan oleh trofi yang diraih bersama klub atau tim nasional. Namun, Piala Dunia memiliki pengaruh dan kekuatan yang tak tertandingi oleh kompetisi klub mana pun, mampu mengubah opini publik dengan pasti. Piala Dunia tahun ini, yang dipenuhi para superstar, menyajikan banyak kasus menarik untuk perebutan gelar ini.

Harry Kane menjalani musim yang fenomenal di level klub, mencetak 61 gol saat Bayern Munich meraih gelar ganda domestik. Namun, harapan Inggris pupus lebih awal dari yang diperkirakan, dan performa Kane menurun di saat-saat genting. Di sisi lain, sensasi remaja Barcelona, Lamine Yamal, menjadi kandidat kuat. Ia memainkan peran penting dalam kesuksesan Spanyol menjuarai Piala Dunia, melengkapi gelar LaLiga yang ia menangkan bersama klubnya.

Pada usia 39 tahun, Lionel Messi menunjukkan performa magis seolah-olah ia berada di puncak kariernya, menempatkannya dalam antrean untuk meraih Ballon d'Or kedelapan yang luar biasa. Sementara itu, Kylian Mbappé memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dan memenangkan Sepatu Emas keduanya. Namun, kegagalan Prancis melaju ke final dan musim tanpa trofi Real Madrid dapat menghambat peluangnya.

Rodri muncul sebagai kuda hitam dalam perebutan ini. Meskipun musimnya di level klub tidak konsisten, ia menjadi pilar tak tergoyahkan bagi Spanyol selama enam minggu terakhir. Penampilannya yang dominan dalam mengontrol permainan, yang mengantarkan Spanyol menjadi juara, membuatnya dianugerahi Bola Emas turnamen dan menjadikannya pesaing yang sangat serius untuk Ballon d'Or.

Sumber: How has the World Cup impacted the Ballon d'Or race?